Momen Ramadan Picu Inflasi Kota Madiun Hingga 0,97 Persen

Di Posting Oleh madiuntoday

9 Mei 2022

MADIUN – Momen Ramadan dan Lebaran tak pelak memicu inflasi setiap tahun. Tak terkecuali pada momen tersebut tahun ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Madiun pada April 2022 mencapai 0,97 persen. Angka ini masih di bawah inflasi Jawa Timur yang mencapai 1,05 persen. Namun, di atas nasional 0,95 persen.

Tingginya angka inflasi ini rupanya dipengaruhi oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan andil inflasi 0,2090 persen. Selain itu, inflasi juga dipengaruhi oleh harga minyak goreng, mobil, daging ayam ras, hingga tarif KA yang mengalami kenaikan.

Meski begitu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Dwi Yuhenny mengatakan bahwa inflasi Kota Madiun masih tergolong wajar dan terkendali. Apalagi, pada momen Ramadan hingga Lebaran. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.

“Ada hukum supply and demand. Mungkin suplainya sudah ditambah tapi demand naik, jadi harganya ikut naik,” ujarnya saat menggelar pers rilis secara virtual, Senin (9/5)

Sementara itu, dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jawa Timur, inflasi tertinggi terjadi di Malang sebesar 1,44 persen. Kemudian, Jember 1,43 persen, Kediri 1,15 persen. Disusul Probolinggo 1,08 persen, Banyuwangi 1,06 persen, Madiun 0,97 persen, Surabaya 0,96 persen, dan Sumenep 0,95 persen. (Nanda/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait