Salat Isya dan Yasinan Bersama Guru Agama, Wali Kota: Guru Agama Islam di Pondokkan

Di Posting Oleh madiuntoday

12 Juli 2022

MADIUN – Guru Agama memegang peran penting dalam pembentukan akhlak siswa. Karenanya, peran guru Agama tidak dapat dikesampingkan. Tak heran, Wali Kota Madiun, Maidi memberikan perhatian khusus kepada guru Agama. Orang nomor satu di Kota Pendekar itu mengajak SD/SMP se-Kota Madiun Salat Isya dan Yasinan di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Senin (11/7). Dalam giat tersebut wali kota juga memberikan pembinaan.

‘’Guru Agama dipondokkan atau dibuatkan pondok untuk meningkatkan kompetensi,’’ kata wali kota.

Peningkatan kompetensi itu penting untuk kemajuan pendidikan di Kota Madiun. Khususnya, pendidikan akhlak peserta didik. Prestasi, lanjut wali kota, bukan hanya soal akademik. Karakter peserta didik juga harus berprestasi. Hal itu salah satunya bisa terdongkrak dari peran guru Agama. Wali kota menyebut seorang pendidik harus bisa mentransfer ilmunya kepada peserta didik dengan baik. Hal itu tentu tidak mudah. Apalagi, ilmu tentang akhlak dan karakter. Peserta didik tidak bisa sekedar diberikan materi. Namun, juga contoh langsung. Karenanya, wali berharap guru bisa memberikan contoh akhlak yang baik untuk murid-muridnya.

‘’Jadi ini memang beda dengan pelajaran lain. Urusannya dengan akhlak, dengan karakter anak. Kalau perlu guru Agama dibedakan, dibuatkan seragam tersendiri,’’ lanjutnya.

Hal itu juga sebagai apresiasi kepada guru Agama yang telah berhasil mencetak dai-dai cilik jempolan beberapa waktu lalu. Pemerintah Kota Madiun memang menggelar festival dai cilik dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-104 Kota Madiun pada Juni lalu. Wali kota mewajibkan guru Agama menyiapkan minimal dua peserta didiknya untuk mengikuti festival itu. Hasilnya, luar biasa. Dai cilik hasil didikan guru Agama tak kalah hebatnya dengan dai kondang yang sudah punya nama.

‘’Kemarin mau mengundang dai terkenal. Biayanya sampai puluhan juta. Daripada anggaran sebesar itu untuk mengundang dai, mending untuk pembinaan anak-anak kita sendiri. Siapa tahu nanti ada yang jadi dai beneran,’’ pungkasnya. (nanda/agi/diskominfo)

Artikel Terkait